Rabu, 17 Juni 2015

Tugas Softskill 3: Bahasa Indonesia

INI GAMBARAN ASEAN 10 TAHUN KE DEPAN DIMATA MENKEU RI & FILIPINA

 










Disusun oleh:
Ismi Dwi Djuanasari (13212845)
Kelas: 3EA10
Tugas Softskill 3: Makalah Bahasa Indonesia


KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat, rahmat dan karunianya penulis dapat menyelesaikan tugas softskill yang ketiga yaitu makalah yang berjudul: “INI GAMBARAN ASEAN 10 TAHUN KE DEPAN DIMATA MENKEU RI & FILIPINA”. Makalah ini dibuat sebagai syarat untuk mendapatkan nilai mata kuliah softskill Bahasa Indonesia 2.
            Saya sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan mengenai perkembangan Negara ASEAN saat ini. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah saya buat dimasa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
            Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi diri sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

Depok, Juni 2015

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman Judul …………………………………………………………........................   i
Kata Pengantar……………………………………………………………....................   ii

Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah…………………………………………............................  1
1.2 Rumusan Masalah……………………………………….........................................   2
1.3 Tujuan Penulisan……………………………..…………….....................................   2

Bab II Pembahasan
2.1 Sejarah ASEAN…………………..……………………….......................................   3
2.2 Pembahasan Materi…..…………………………………….......................................  6
Bab III Penutup
3.1 Kesimpulan………………………………………………….....................................  8
3.2 Saran………………………………………………………........................................  8
DAFTAR PUSTAKA……………………………………………....................................  9
LAMPIRAN


BAB I
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang Masalah
Persatuan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) mula dibentuk dengan penubuhan sebuah pertubuhan yang dikenali sebagai Persatuan Asia Tenggara (Association of Southeast Asia atau ASA) yang dianggotai oleh Filipina, Malaysia dan Thailand pada tahun 1961. ASA merupakan asas kepada pembentukan ASEAN sekarang.
Akibat daripada pembentukan Malaysia pada 16 September 1963, pertikaian berlaku khususnya antara Indonesia dan Filipina yang menganggap pembentukan Malaysia sebagai satu bentuk penjajahan baru. Ini kerana mereka mendakwa Sabah dan Sarawak merupakan sebahagian daripada negara mereka.
Oleh kerana pertikaian tersebut, munculnya slogan Ganyang Malaysia yang membawa kepada konfrontasi pada 1965-1966 oleh Indonesia. Selepas tamatnya konfrantasi tersebut, semua negara-negara Asia Tenggara bersepakat untuk mewujudkan persefahaman untuk memberi ruang kepada semua negara-negara terbabit bersatu dalam perkara yang melibatkan kepentingan bersama.
Maka, pada 8 Ogos 1967, lima pemimpin - Menteri Luar Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura dan Thailand (Adam Malik, Narciso R. Ramos, Tun Abdul Razak, S. Rajaratnam dan Thanat Khoman) - duduk bersama di dewan utama Jabatan Hal Ehwal Luar di Bangkok, Thailand dan menandatangani satu dokumen yang kini dikenali sebagai "Deklarasi ASEAN".
Papua New Guinea diberikan status negara pemerhati pada 1976 dan pemerhati khas pada 1981.Brunei menganggotai ASEAN pada 8 Januari 1984 iaitu seminggu selepas mencapai kemerdekaan.
Hanya selepas 11 tahun kemudian barulah ASEAN menerima anggota baharu. Vietnam menjadi anggota yang ketujuh pada 28 Juli 1995. Laos dan Myanmar menjadi anggota dua tahun kemudiannya, iaitu pada 23 Juli 1997. Walaupun Kemboja sudah menyertai ASEAN bersama-sama Myanmar dan Laos, negara itu terpaksa menangguh disebabkan masalah politik dalam negara tersebut. Kemboja menyertai semula ASEAN pada 30 April 1999.
Negara baharu Timor Leste, dahulunya dalam Indonesia, terpaksa berhempas pulas untuk mendapat status pemerhati dalam ASEAN. Namun, banyak negara dalam ASEAN tidak menyokong penglibatan Timor Leste pada akhir 1990-an atas rasa hormat kepada Indonesia. Myanmar, terutamanya, menentang pemberian status pemerhati kepada Timor Leste kerana sokongan Timor Leste terhadap perjuangan Aung San Suu Kyi. Sejak kemerdekaan Timor Leste pada Mei 2002 dan diterima sebagai negara pemerhati, ASEAN telah banyak membantu negara baru ini.
            Dari sejarah ASEAN diatas penulis tertarik untuk mengambil artikel yang berjudul “INI GAMBARAN ASEAN 10 TAHUN KE DEPAN DIMATA MENKEU RI & FILIPINA”.

1.2       Rumusan Masalah
1.      Apakah Negara-Negara ASEAN dapat bersaing dengan Negara-Negara yang sudah maju?
2.      Bagaimankah sikap pemerintah Indonesia untuk memajukan Indonesia sebaga salah satu Negara anggota ASEAN?

1.3       Tujuan Penulisan
1.      Untuk mengetahui perkembangan Negara-Negara ASEAN dimata dunia Internasional
2.      Untuk mengetahui seberapa besar peranan pemerintah dalam membangun Indonesia sebagai Negara anggota ASEAN.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Sejarah ASEAN
                Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Perbara) atau lebih populer dengan sebutan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yang didirikan di Bangkok,  8 Agustus 1967 berdasarkan Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina ,Singapura, dan Thailand.
Organisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, memajukan perdamaian dan stabilitas di tingkat regionalnya, serta meningkatkan kesempatan untuk membahas perbedaan di antara anggotanya dengan damai.
ASEAN meliputi wilayah daratan seluas 4.46 juta km² atau setara dengan 3% total luas daratan di Bumi, dan memiliki populasi yang mendekati angka 600 juta orang atau setara dengan 8.8% total populasi dunia. Luas wilayah laut ASEAN tiga kali lipat dari luas wilayah daratan. Pada tahun 2010, kombinasi nominal GDP ASEAN telah tumbuh hingga 1,8 Triliun Dolar AS. Jika ASEAN adalah sebuah entitas tunggal, maka ASEAN akan duduk sebagai ekonomi terbesar kesembilan setelah Amerika Serikat, Cina, Jepang, Jerman, Perancis, Brazil, Inggris, dan Italia.

Prinsip-prinsip utama ASEAN adalah sebagai berikut:
·         Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara
·         Hak untuk setiap negara untuk memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi pihak luar
·         Tidak mencampuri urusan dalam negeri sesama negara anggota
·         Penyelesaian perbedaan atau perdebatan dengan damai
·         Menolak penggunaan kekuatan yang mematikan
·         Kerja sama efektif antara anggota
Prinsip-prinsip dasar tersebut meliputi:
·         menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan, integritas wilayah dan identitas nasional seluruh Negara Anggota ASEAN;
·         berbagi komitmen dan tanggung jawab kolektif dalam meningkatkan perdamaian, keamanan dan kemakmuran regional;
·         menolak agresi dan ancaman atau penggunaan kekuatan atau tindakan lain dalam cara yang tidak sesuai dengan hukum internasional;
·         ketergantungan pada penyelesaian damai sengketa;
·         tidak campur tangan dalam urusan internal negara anggota ASEAN;
·         menghormati hak setiap Negara Anggota untuk menjaga eksistensi nasionalnya bebas dari campur tangan eksternal, subversi, dan paksaan;
·         konsultasi ditingkatkan mengenai hal-hal serius memengaruhi kepentingan bersama ASEAN;
·         kepatuhan terhadap aturan hukum, tata pemerintahan yang baik, prinsip-prinsip demokrasi dan pemerintahan yang konstitusional;
·         menghormati kebebasan dasar, promosi dan perlindungan hak asasi manusia, dan pemajuan keadilan sosial;
·         menjunjung tinggi Piagam PBB dan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, yang disetujui oleh negara anggota ASEAN;
·         tidak turut serta dalam kebijakan atau kegiatan, termasuk penggunaan wilayahnya, dan dikejar oleh Negara Anggota ASEAN atau non-ASEAN Negara atau aktor non-negara, yang mengancam kedaulatan, integritas wilayah atau stabilitas politik dan ekonomi ASEAN Negara-negara Anggota;
·         menghormati perbedaan budaya, bahasa dan agama dari masyarakat ASEAN, sementara menekankan nilai-nilai bersama dalam semangat persatuan dalam keanekaragaman;
·         sentralitas ASEAN dalam hubungan politik, ekonomi, sosial dan budaya eksternal sambil tetap aktif terlibat, berwawasan ke luar, inklusif dan tidak diskriminatif, dan
·         kepatuhan terhadap aturan-aturan perdagangan multilateral dan aturan berbasis ASEAN rezim bagi pelaksanaan efektif dari komitmen ekonomi dan pengurangan progresif terhadap penghapusan semua hambatan untuk integrasi ekonomi regional, dalam dorongan ekonomi pasar.

Persatuan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) mula dibentuk dengan penubuhan sebuah pertubuhan yang dikenali sebagai Persatuan Asia Tenggara (Association of Southeast Asia atau ASA) yang dianggotai oleh Filipina, Malaysia dan Thailand pada tahun 1961. ASA merupakan asas kepada pembentukan ASEAN sekarang.
Akibat daripada pembentukan Malaysia pada 16 September 1963, pertikaian berlaku khususnya antara Indonesia dan Filipina yang menganggap pembentukan Malaysia sebagai satu bentuk penjajahan baru. Ini kerana mereka mendakwa Sabah dan Sarawak merupakan sebahagian daripada negara mereka.
Oleh kerana pertikaian tersebut, munculnya slogan Ganyang Malaysia yang membawa kepada konfrontasi pada 1965-1966 oleh Indonesia. Selepas tamatnya konfrantasi tersebut, semua negara-negara Asia Tenggara bersepakat untuk mewujudkan persefahaman untuk memberi ruang kepada semua negara-negara terbabit bersatu dalam perkara yang melibatkan kepentingan bersama.
Maka, pada 8 Ogos 1967, lima pemimpin - Menteri Luar Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura dan Thailand (Adam Malik, Narciso R. Ramos, Tun Abdul Razak, S. Rajaratnam dan Thanat Khoman) - duduk bersama di dewan utama Jabatan Hal Ehwal Luar di Bangkok, Thailand dan menandatangani satu dokumen yang kini dikenali sebagai "Deklarasi ASEAN".
Papua New Guinea diberikan status negara pemerhati pada 1976 dan pemerhati khas pada 1981. Brunei menganggotai ASEAN pada 8 Januari 1984 iaitu seminggu selepas mencapai kemerdekaan.
Hanya selepas 11 tahun kemudian barulah ASEAN menerima anggota baharu. Vietnam menjadi anggota yang ketujuh pada 28 Juli 1995. Laos dan Myanmar menjadi anggota dua tahun kemudiannya, iaitu pada 23 Juli 1997. Walaupun Kemboja sudah menyertai ASEAN bersama-sama Myanmar dan Laos, negara itu terpaksa menangguh disebabkan masalah politik dalam negara tersebut. Kemboja menyertai semula ASEAN pada 30 April 1999.
Negara baharu Timor Leste, dahulunya dalam Indonesia, terpaksa berhempas pulas untuk mendapat status pemerhati dalam ASEAN. Namun, banyak negara dalam ASEAN tidak menyokong penglibatan Timor Leste pada akhir 1990-an atas rasa hormat kepada Indonesia. Myanmar, terutamanya, menentang pemberian status pemerhati kepada Timor Leste kerana sokongan Timor Leste terhadap perjuangan Aung San Suu Kyi. Sejak kemerdekaan Timor Leste pada Mei 2002 dan diterima sebagai negara pemerhati, ASEAN telah banyak membantu negara baru ini.

2.2       Pembahasan Materi
Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) kini tengah gencar bekerjasama membangun kekuatan regional melalui kelompok Masyarakat Ekonomi ASEAN(MEA). 10 tahun ke depan, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro yakin, ASEAN dapat menjadi salah satu kawasan paling diperhitungkan di dunia.
"ASEAN akan menjadi salah satu pemain besar di kancah perekonomian dunia," ujarnya penuh keyakinan saat menjadi pembicara dalam diskusi di acara World Economic Forum on East Asia 2015 di Jakarta, Selasa (21/4/2015).
Meski demikian, Bambang menjelaskan, Amerika Serikat masih akan menjadi pemain dominan dalam perekonomian global. China dan Jepang juga akan terus meningkatkan daya saingnya dalam kurun waktu yang sama.           
"Jadi ada AS, Jepang, China, dan ASEAN. Saya yakin ASEAN dapat masuk ke dalam jajaran kawasan ekonomi teratas di dunia," tuturnya.  
Diberikan pertanyaan serupa, Menteri Keuangan Filipina Cesar Purisma juga memiliki pandangan futuristuk yang positif mengenai ASEAN. Dia menilai ASEAN akan unggul dibandingkan kawasan lain seperti Amerika dan Uni Eropa yang kini tengah mengalami aging population (penuaan penduduk).
"ASEAN dapat unggul di bidang perdagangan. ASEAN juga dapat menjadi pasar tenaga kerja terbesar di dunia dengan generasi muda yang luar biasa," tandasnya. 
Namun memang, untuk mewujudkan hal tersebut ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh negara-negara ASEAN. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan jika tantangan tersebut bisa diselesaikan maka bisa membawa negara-negara di kawasan ASEAN bertransformasi menjadi negara maju.
"‎Negara ASEAN juga masih menghadapi tantangan, kawasan yang memiliki jumlah penduduk 5,4 miliar jiwa atau 75 persen dari total penduduk dunia, sebagian besar masih miskin dan korban konflik‎," kata mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. 
Besarnya angka inflasi juga menjadi hal yang tidak kalah penting yang menjadi pekerjaan rumah. Jokowi mencatat, angka inflasi di kawasan Asia masih sebesar 4,7 persen. Hal inilah yang seharusnya dapat diturunkan dalam beberapa waktu ke depan. (Sis/Gdn)








BAB III
PENUTUP

3.1       Kesimpulan
Dalam wawancaranya, Menteri Keuangan Indonesia Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa "ASEAN akan menjadi salah satu pemain besar di kancah Perekonomian Dunia". Selain itu Menteri Keuangan Filipina Cesar Purisma juga memiliki pandangan positif terhadap ASEAN, dia menilai ASEAN akan unggul dibandingkan kawasan lain seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa yang kini telah mengalami penuaan penduduk (Aging Population). 
Namun memang, untuk mewujudkan hal tersebut ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh negara-negara ASEAN. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan jika tantangan tersebut bisa diselesaikan maka bisa membawa negara-negara di kawasan ASEAN bertransformasi menjadi negara maju.
"‎Negara ASEAN juga masih menghadapi tantangan, kawasan yang memiliki jumlah penduduk 5,4 miliar jiwa atau 75 persen dari total penduduk dunia, sebagian besar masih miskin dan korban konflik‎," kata mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

3.2       Saran
            Demikian makalah yang saya buat, semoga dapar bermanfaat bag pembaca. Apabila ada kesalahan dan kekeliruan harap dimaklumi dan dimaafkan, jika ada kritik maupun saran silahkan sampaikan untuk perbaikan selanjutnya.

DAFTAR PUSTAKA























LAMPIRAN
ASEAN.png















ASEAN1.png





















Selasa, 21 April 2015

Tugas 2 Bahasa Indonesia

Resensi Artikel Ekonomi

1. Data Publikasi
a. Judul: Ini Gambaran ASEAN 10 Tahun ke Depan di Mata Menkeu RI & Filipina
b. Penulis: Siska Amelie F. Deil
c. Tanggal penerbitan/laman: 21 April 2015/http://bisnis.liputan6.com/read/2217777/ini-gambaran-asean-10-tahun-ke-depan-di-mata-menkeu-ri-amp-filipina
d. No.Halaman : -
e. Ragam Bahasa; Ekonomi


2. Sinopsis atau Ringkasan
          Dalam wawancaranya, Menteri Keuangan Indonesia Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa "ASEAN akan menjadi salah satu pemain besar di kancah Perekonomian Dunia". Selain itu Menteri Keuangan Filipina Cesar Purisma juga memiliki pandangan positif terhadap ASEAN, dia menilai ASEAN akan unggul dibandingkan kawasan lain seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa yang kini telah mengalami penuaan penduduk (Aging Population). 
          Namun memang, untuk mewujudkan hal tersebut ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh negara-negara ASEAN. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan jika tantangan tersebut bisa diselesaikan maka bisa membawa negara-negara di kawasan ASEAN bertransformasi menjadi negara maju.
         "‎Negara ASEAN juga masih menghadapi tantangan, kawasan yang memiliki jumlah penduduk 5,4 miliar jiwa atau 75 persen dari total penduduk dunia, sebagian besar masih miskin dan korban konflik‎," kata mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. 


3. Keunggulan:

    - Artikel tersebut langsung mengambil dari narasumber terpercaya. 
    - Materi yang disampaikan menarik dan memberikan informasi baru tentang ASEAN.
    - Menggunakan bahasa yang baik dan formal, sehingga informasi dapat tersampaikan dengan baik.


4. Kelemahan:
    - Masih ada kesalahan dalam penulisan artikel.
    - Artikel tidak dibahas secara lengkap dan menyeluruh.
    - Artikel tersebut tidak mencantumkan solusi dalam permasalahan tersebut.



5. Pendapat Akhir dan Saran 

          Artikel tersebut sudah baik dalam penyampaian informasi, dengan tema menarik dan bahasa yang formal menjadikan bahan bacaan yang baik untuk kalangan masyarakat. Tetapi dalam penyampaiannya masih kurang lengkap dan juga masih ada kesalahan penulisan, seperti 'futuristuk' yang seharusnya 'futuristik'. Semoga bisa diperbaiki dalam penulisan serta dapat dikembangkan lagi artikelnya supaya lebih baik. 


6. Lampiran 




Sabtu, 14 Maret 2015

Tugas 1 Bahasa Indonesia






















Pada artikel diatas terdapat beberapa kesalahan dalam ejaan dan diksi, yaitu sebagai berikut:

No.             Kesalahan                            Perbaikan                              Keterangan
1.            tembus 13.200                menembus Rp. 13.200             kesalahan pada diksi
2.            terjerambab                     terjerembab                              kesalahan pada ejaan
3.            memuat                           membuat                                  kesalahan pada ejaan
4.            kita semuanya                 kita semua                                kesalahan pada diksi
5.            fundamentel                    fundamental                             kesalahan pada ejaan

sumber artikel : http://www.koran-jakarta.com/?29209-kepercayaan%20pasar%20turun,%20rupiah%20makin%20terhempas