INI
GAMBARAN ASEAN 10 TAHUN KE DEPAN DIMATA MENKEU RI & FILIPINA
Disusun
oleh:
Ismi
Dwi Djuanasari (13212845)
Kelas:
3EA10
Tugas
Softskill 3: Makalah Bahasa Indonesia
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa karena atas berkat, rahmat dan karunianya penulis dapat menyelesaikan
tugas softskill yang ketiga yaitu makalah yang berjudul: “INI GAMBARAN ASEAN 10
TAHUN KE DEPAN DIMATA MENKEU RI & FILIPINA”. Makalah ini dibuat sebagai
syarat untuk mendapatkan nilai mata kuliah softskill Bahasa Indonesia 2.
Saya sangat berharap makalah ini
dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan mengenai
perkembangan Negara ASEAN saat ini. Saya juga menyadari sepenuhnya bahwa
didalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab
itu, saya berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang
telah saya buat dimasa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat
dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya laporan yang telah disusun ini
dapat berguna bagi diri sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya saya
mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami
memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Depok,
Juni 2015
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman
Judul …………………………………………………………........................ i
Kata
Pengantar…………………………………………………………….................... ii
Bab
I Pendahuluan
1.1
Latar Belakang Masalah…………………………………………............................ 1
1.2
Rumusan Masalah………………………………………......................................... 2
1.3
Tujuan Penulisan……………………………..……………..................................... 2
Bab
II Pembahasan
2.1
Sejarah ASEAN…………………..………………………....................................... 3
2.2
Pembahasan Materi…..……………………………………....................................... 6
Bab
III Penutup
3.1
Kesimpulan…………………………………………………..................................... 8
3.2
Saran………………………………………………………........................................ 8
DAFTAR
PUSTAKA…………………………………………….................................... 9
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Persatuan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN)
mula dibentuk dengan penubuhan sebuah pertubuhan yang dikenali sebagai
Persatuan Asia Tenggara (Association of Southeast Asia atau ASA) yang
dianggotai oleh Filipina, Malaysia dan Thailand pada tahun 1961. ASA merupakan
asas kepada pembentukan ASEAN sekarang.
Akibat daripada pembentukan Malaysia pada 16
September 1963, pertikaian berlaku khususnya antara Indonesia dan Filipina yang
menganggap pembentukan Malaysia sebagai satu bentuk penjajahan baru. Ini kerana
mereka mendakwa Sabah dan Sarawak merupakan sebahagian daripada negara mereka.
Oleh kerana pertikaian tersebut, munculnya
slogan Ganyang Malaysia yang membawa kepada konfrontasi pada 1965-1966 oleh
Indonesia. Selepas tamatnya konfrantasi tersebut, semua negara-negara Asia
Tenggara bersepakat untuk mewujudkan persefahaman untuk memberi ruang kepada
semua negara-negara terbabit bersatu dalam perkara yang melibatkan kepentingan
bersama.
Maka, pada 8 Ogos 1967, lima pemimpin -
Menteri Luar Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura dan Thailand (Adam Malik,
Narciso R. Ramos, Tun Abdul Razak, S. Rajaratnam dan Thanat Khoman) - duduk
bersama di dewan utama Jabatan Hal Ehwal Luar di Bangkok, Thailand dan
menandatangani satu dokumen yang kini dikenali sebagai "Deklarasi
ASEAN".
Papua New Guinea diberikan status negara pemerhati
pada 1976 dan pemerhati khas pada 1981.Brunei menganggotai ASEAN pada 8 Januari
1984 iaitu seminggu selepas mencapai kemerdekaan.
Hanya selepas 11 tahun kemudian barulah ASEAN
menerima anggota baharu. Vietnam menjadi anggota yang ketujuh pada 28 Juli
1995. Laos dan Myanmar menjadi anggota dua tahun kemudiannya, iaitu pada 23
Juli 1997. Walaupun Kemboja sudah menyertai ASEAN bersama-sama Myanmar dan
Laos, negara itu terpaksa menangguh disebabkan masalah politik dalam negara
tersebut. Kemboja menyertai semula ASEAN pada 30 April 1999.
Negara baharu Timor Leste, dahulunya dalam
Indonesia, terpaksa berhempas pulas untuk mendapat status pemerhati dalam
ASEAN. Namun, banyak negara dalam ASEAN tidak menyokong penglibatan Timor Leste
pada akhir 1990-an atas rasa hormat kepada Indonesia. Myanmar, terutamanya,
menentang pemberian status pemerhati kepada Timor Leste kerana sokongan Timor
Leste terhadap perjuangan Aung San Suu Kyi. Sejak kemerdekaan Timor Leste pada
Mei 2002 dan diterima sebagai negara pemerhati, ASEAN telah banyak membantu
negara baru ini.
Dari sejarah ASEAN diatas penulis
tertarik untuk mengambil artikel yang berjudul “INI GAMBARAN ASEAN 10 TAHUN KE
DEPAN DIMATA MENKEU RI & FILIPINA”.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apakah
Negara-Negara ASEAN dapat bersaing dengan Negara-Negara yang sudah maju?
2. Bagaimankah
sikap pemerintah Indonesia untuk memajukan Indonesia sebaga salah satu Negara
anggota ASEAN?
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk
mengetahui perkembangan Negara-Negara ASEAN dimata dunia Internasional
2. Untuk
mengetahui seberapa besar peranan pemerintah dalam membangun Indonesia sebagai
Negara anggota ASEAN.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah ASEAN
Perhimpunan
Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Perbara)
atau lebih populer dengan sebutan Association
of Southeast Asian Nations (ASEAN)
merupakan sebuah organisasi geo-politik dan
ekonomi dari negara-negara di kawasan Asia
Tenggara, yang didirikan di Bangkok, 8
Agustus 1967 berdasarkan
Deklarasi Bangkok oleh Indonesia, Malaysia, Filipina ,Singapura,
dan Thailand.
Organisasi
ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi,
kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya,
memajukan perdamaian dan stabilitas di tingkat regionalnya, serta meningkatkan
kesempatan untuk membahas perbedaan di antara anggotanya dengan damai.
ASEAN
meliputi wilayah daratan seluas 4.46 juta km² atau setara dengan 3% total luas
daratan di Bumi, dan memiliki
populasi yang mendekati angka 600 juta orang atau setara dengan 8.8% total
populasi dunia. Luas wilayah laut ASEAN tiga kali lipat dari luas wilayah
daratan. Pada tahun 2010, kombinasi nominal GDP ASEAN telah tumbuh hingga 1,8
Triliun Dolar AS. Jika ASEAN adalah sebuah entitas tunggal, maka ASEAN akan
duduk sebagai ekonomi terbesar kesembilan setelah Amerika
Serikat, Cina, Jepang, Jerman, Perancis, Brazil, Inggris, dan Italia.
Prinsip-prinsip
utama ASEAN adalah sebagai berikut:
·
Menghormati kemerdekaan, kedaulatan,
kesamaan, integritas wilayah nasional, dan identitas nasional setiap negara
·
Hak untuk setiap negara untuk
memimpin kehadiran nasional bebas daripada campur tangan, subversif atau koersi
pihak luar
·
Tidak mencampuri urusan dalam negeri
sesama negara anggota
·
Penyelesaian perbedaan atau
perdebatan dengan damai
·
Menolak penggunaan kekuatan yang
mematikan
·
Kerja sama efektif antara anggota
Prinsip-prinsip dasar tersebut meliputi:
·
menghormati kemerdekaan, kedaulatan,
kesetaraan, integritas wilayah dan identitas nasional seluruh Negara Anggota
ASEAN;
·
berbagi komitmen dan tanggung jawab
kolektif dalam meningkatkan perdamaian, keamanan dan kemakmuran regional;
·
menolak agresi dan ancaman atau
penggunaan kekuatan atau tindakan lain dalam cara yang tidak sesuai dengan
hukum internasional;
·
ketergantungan pada penyelesaian
damai sengketa;
·
tidak campur tangan dalam urusan
internal negara anggota ASEAN;
·
menghormati hak setiap Negara
Anggota untuk menjaga eksistensi nasionalnya bebas dari campur tangan
eksternal, subversi, dan paksaan;
·
konsultasi ditingkatkan mengenai
hal-hal serius memengaruhi kepentingan bersama ASEAN;
·
kepatuhan terhadap aturan hukum,
tata pemerintahan yang baik, prinsip-prinsip demokrasi dan pemerintahan yang
konstitusional;
·
menghormati kebebasan dasar, promosi
dan perlindungan hak asasi manusia, dan pemajuan keadilan sosial;
·
menjunjung tinggi Piagam PBB dan
hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, yang disetujui
oleh negara anggota ASEAN;
·
tidak turut serta dalam kebijakan
atau kegiatan, termasuk penggunaan wilayahnya, dan dikejar oleh Negara Anggota
ASEAN atau non-ASEAN Negara atau aktor non-negara, yang mengancam kedaulatan,
integritas wilayah atau stabilitas politik dan ekonomi ASEAN Negara-negara
Anggota;
·
menghormati perbedaan budaya, bahasa
dan agama dari masyarakat ASEAN, sementara menekankan nilai-nilai bersama dalam
semangat persatuan dalam keanekaragaman;
·
sentralitas ASEAN dalam hubungan politik,
ekonomi, sosial dan budaya eksternal sambil tetap aktif terlibat, berwawasan ke
luar, inklusif dan tidak diskriminatif, dan
·
kepatuhan terhadap aturan-aturan
perdagangan multilateral dan aturan berbasis ASEAN rezim bagi pelaksanaan
efektif dari komitmen ekonomi dan pengurangan progresif terhadap penghapusan
semua hambatan untuk integrasi ekonomi regional, dalam dorongan ekonomi pasar.
Persatuan Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN)
mula dibentuk dengan penubuhan sebuah pertubuhan yang dikenali sebagai
Persatuan Asia Tenggara (Association of Southeast Asia atau ASA) yang
dianggotai oleh Filipina, Malaysia dan Thailand pada tahun 1961. ASA merupakan
asas kepada pembentukan ASEAN sekarang.
Akibat daripada pembentukan Malaysia pada 16
September 1963, pertikaian berlaku khususnya antara Indonesia dan Filipina yang
menganggap pembentukan Malaysia sebagai satu bentuk penjajahan baru. Ini kerana
mereka mendakwa Sabah dan Sarawak merupakan sebahagian daripada negara mereka.
Oleh kerana pertikaian tersebut, munculnya
slogan Ganyang Malaysia yang membawa kepada konfrontasi pada 1965-1966 oleh
Indonesia. Selepas tamatnya konfrantasi tersebut, semua negara-negara Asia
Tenggara bersepakat untuk mewujudkan persefahaman untuk memberi ruang kepada
semua negara-negara terbabit bersatu dalam perkara yang melibatkan kepentingan
bersama.
Maka, pada 8 Ogos 1967, lima pemimpin -
Menteri Luar Indonesia, Filipina, Malaysia, Singapura dan Thailand (Adam Malik,
Narciso R. Ramos, Tun Abdul Razak, S. Rajaratnam dan Thanat Khoman) - duduk
bersama di dewan utama Jabatan Hal Ehwal Luar di Bangkok, Thailand dan
menandatangani satu dokumen yang kini dikenali sebagai "Deklarasi
ASEAN".
Papua New Guinea diberikan status negara
pemerhati pada 1976 dan pemerhati khas pada 1981. Brunei menganggotai ASEAN
pada 8 Januari 1984 iaitu seminggu selepas mencapai kemerdekaan.
Hanya selepas 11 tahun kemudian barulah ASEAN
menerima anggota baharu. Vietnam menjadi anggota yang ketujuh pada 28 Juli
1995. Laos dan Myanmar menjadi anggota dua tahun kemudiannya, iaitu pada 23
Juli 1997. Walaupun Kemboja sudah menyertai ASEAN bersama-sama Myanmar dan
Laos, negara itu terpaksa menangguh disebabkan masalah politik dalam negara
tersebut. Kemboja menyertai semula ASEAN pada 30 April 1999.
Negara baharu Timor Leste, dahulunya dalam
Indonesia, terpaksa berhempas pulas untuk mendapat status pemerhati dalam
ASEAN. Namun, banyak negara dalam ASEAN tidak menyokong penglibatan Timor Leste
pada akhir 1990-an atas rasa hormat kepada Indonesia. Myanmar, terutamanya, menentang
pemberian status pemerhati kepada Timor Leste kerana sokongan Timor Leste
terhadap perjuangan Aung San Suu Kyi. Sejak kemerdekaan Timor Leste pada Mei
2002 dan diterima sebagai negara pemerhati, ASEAN telah banyak membantu negara
baru ini.
2.2 Pembahasan Materi
Negara-negara Asia Tenggara (ASEAN) kini tengah gencar bekerjasama membangun kekuatan regional
melalui kelompok Masyarakat Ekonomi ASEAN(MEA). 10 tahun ke depan, Menteri
Keuangan Bambang Brodjonegoro yakin, ASEAN dapat menjadi salah satu kawasan
paling diperhitungkan di dunia.
"ASEAN akan menjadi salah satu pemain besar di kancah
perekonomian dunia," ujarnya penuh keyakinan saat menjadi pembicara dalam
diskusi di acara World Economic Forum on East Asia 2015 di Jakarta, Selasa
(21/4/2015).
Meski demikian, Bambang menjelaskan, Amerika Serikat masih
akan menjadi pemain dominan dalam perekonomian global. China dan Jepang juga
akan terus meningkatkan daya saingnya dalam kurun waktu yang sama.
"Jadi ada AS, Jepang, China, dan ASEAN. Saya yakin ASEAN
dapat masuk ke dalam jajaran kawasan ekonomi teratas di dunia," tuturnya.
Diberikan pertanyaan serupa, Menteri Keuangan Filipina Cesar
Purisma juga memiliki pandangan futuristuk yang positif mengenai ASEAN. Dia
menilai ASEAN akan unggul dibandingkan kawasan lain seperti Amerika dan Uni
Eropa yang kini tengah mengalami aging population (penuaan penduduk).
"ASEAN dapat unggul di bidang perdagangan. ASEAN juga
dapat menjadi pasar tenaga kerja terbesar di dunia dengan generasi muda yang
luar biasa," tandasnya.
Namun memang, untuk mewujudkan hal tersebut ada beberapa
pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh negara-negara ASEAN. Sebelumnya,
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan jika tantangan tersebut bisa
diselesaikan maka bisa membawa negara-negara di kawasan ASEAN bertransformasi
menjadi negara maju.
"Negara ASEAN juga masih menghadapi tantangan, kawasan
yang memiliki jumlah penduduk 5,4 miliar jiwa atau 75 persen dari total
penduduk dunia, sebagian besar masih miskin dan korban konflik," kata
mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Besarnya angka inflasi juga menjadi hal yang tidak kalah
penting yang menjadi pekerjaan rumah. Jokowi mencatat, angka inflasi di kawasan
Asia masih sebesar 4,7 persen. Hal inilah yang seharusnya dapat diturunkan
dalam beberapa waktu ke depan. (Sis/Gdn)
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dalam wawancaranya, Menteri Keuangan
Indonesia Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa "ASEAN akan
menjadi salah satu pemain besar di kancah Perekonomian Dunia". Selain itu
Menteri Keuangan Filipina Cesar Purisma juga memiliki pandangan positif
terhadap ASEAN, dia menilai ASEAN akan unggul dibandingkan kawasan lain seperti
Amerika Serikat dan Uni Eropa yang kini telah mengalami penuaan penduduk (Aging
Population).
Namun memang, untuk mewujudkan hal
tersebut ada beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh
negara-negara ASEAN. Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan
jika tantangan tersebut bisa diselesaikan maka bisa membawa negara-negara di
kawasan ASEAN bertransformasi menjadi negara maju.
"Negara ASEAN juga masih
menghadapi tantangan, kawasan yang memiliki jumlah penduduk 5,4 miliar jiwa
atau 75 persen dari total penduduk dunia, sebagian besar masih miskin dan
korban konflik," kata mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
3.2 Saran
Demikian
makalah yang saya buat, semoga dapar bermanfaat bag pembaca. Apabila ada
kesalahan dan kekeliruan harap dimaklumi dan dimaafkan, jika ada kritik maupun
saran silahkan sampaikan untuk perbaikan selanjutnya.
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN






Tidak ada komentar:
Posting Komentar